Dianggap Berbahaya, Sampai Saat Ini Penyebab Plasenta Akreta Masih Misteri

Jakarta, Plasenta akreta merupakan salah satu dari sekian banyak kondisi berisiko tinggi yang bisa dialami oleh ibu hamil. Meski kasus ini tergolong berbahaya, tenaga medis masih belum bisa menjelaskan secara pasti apa penyebab plasenta akreta ini.

Seperti disampaikan oleh dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG atau dr Erza, sampai saat ini belum ada penjelasan pasti mengenai penyebab plasenta akreta, namun ada dugaan kerusakan pada endometrium menjadi salah satu penyebabnya.

Plasenta akreta sendiri merupakan bentuk umum dari segala kelainan implantasi sebagian atau seluruh, dengan cara menginvasi dan atau menembus dinding rahim. Berdasarkan invasinya terhadap dinding rahim, plasenta akreta dibagi menjadi tiga yakni akreta, inkreta dan perkreta.

dr Erza menuturkan, suatu perlekatan plasenta dikatakan akreta jika melekat pada myometrium (otot polos rahim). Sementara itu, perlekatan inkreta terjadi jika plasenta tak cuma melekat tetapi juga sampai menembus myometrium. Kemudian plasenta perkreta terjadi ketika plasenta menembus dinding luar rahim, bahkan hingga ke organ sekitar terutama kandung kemih.

Baca juga: Kenali Plasenta Akreta: Saat Plasenta 'Menempel' Abnormal di Dinding Rahim

Sebelumnya, ada informasi juga yang menyebutkan bahwa tingginya kadar alpha-fetoprotein (AFP) merupakan biang keladi dari plasenta akreta, namun menanggapi hal ini dr Erza menegaskan bahwa tingginya kadar AFP tidak spesifik menggambarkan ada tidaknya plasenta akreta.

Tak cuma penyebab, gejala-gejala yang muncul dari plasenta akreta sendiri pun seringkali tak bisa dipastikan. Plasenta akreta biasanya menyertai placenta previa (implantasi plasenta pada segmen bawah rahim).

"Gejala dari plasenta previa adalah perdarahan pada kehamilan lebih dari 7 bulan. Biasanya tidak disertai nyeri dan darah berwarna merah segar. Pada kasus plasenta perkreta dilaporkan juga adanya keluhan kencing bercampur darah," terang dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Divisi Fetomaternal RSU Dr Soetomo Surabaya dan RS Pendidikan Universitas Airlangga tersebut.

Meskipun faktor penyebabnya masih misteri, dr Erza menyebutkan ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang terjadinya plasenta akreta, yakni riwayat operasi caesar, opreasi myoma, kuret dan kelainan rahim bawaan.

"Semakin sering melakukan hal-hal di atas, maka kemungkinan terjadinya plasenta akreta lebih tinggi. Kemungkinan karena kerusakan pada dinding rahim yang itu tadi, tapi penyebabnya masih belum diketahui secara jelas," imbuh dr Erza.

Baca juga: Malas Cek Rutin Tensi Saat Hamil? Waspada, Komplikasi Ini Risikonya

(ajg/up)

0 Response to "Dianggap Berbahaya, Sampai Saat Ini Penyebab Plasenta Akreta Masih Misteri"

Posting Komentar