"Penelitian yang membuktikan menjadi orang tua tunggal bagi wanita memiliki efek negatif bagi kesehatan sudah banyak, sementara penelitian yang sama kepada pria masih sedikit, padahal efeknya bisa saja sama atau bahkan lebih buruk," tutur peneliti Maria Chiu dari University of Toronto, dikutip dari Reuters.
Secara umum, sekitar 15 sampai 25 persen keluarga di Amerika, Inggris dan Kanada merupakan keluarga dengan orang tua tunggal. Chiu memfokuskan penelitiannya kepada 1.058 pria yang menjadi orang tua tunggal di Kanada sejak tahun 2001 hingga 2013.
Baca juga: Salahkah Jika Anak Laki-laki Diajari Memasak dan Beres-beres Rumah?
Hasil penelitian menyebut sekitar 12 persen pria yang menjadi orang tua tunggal memiliki skor 'buruk' di bidang kesehatan jiwa dan fisik. Satu dari lima partisipan diketahui memiliki penyakit kronis sementara satu dari sepuluh didiagnosis mengidap gangguan mood atau gangguan ansietas.
"Secara umum, pria lebih enggan untuk mengambil bagian dalam asuransi kesehatan, pemeriksaan medis, termasuk memeriksakan kondisi kesehatan jiwa," tambah Chiu lagi.
Terrance Wade dari Brock University mengatakan meski sama-sama memengaruhi kualitas kesehatan, beban yang dimiliki ayah dan ibu tunggal berbeda. Pada wanita, kualitas kesehatan menurun akibat penghasilan yang lebih rendah dan diskriminasi sosial.
Sementara pada pria, stigma dan rasa tanggung jawab lebih berperan. Pria secara umum tidak diasosiasikan dengan mengasuh dan menjaga anak.
"Hal ini membuat mereka stres dan merasa tak berdaya, sehingga mengabaikan aspek kesehatan pribadi," tambahnya Wade yang tak terlibat dalam penelitian.
Penelitian ini diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health.
Baca juga: Ketika Anak Hanya Diasuh Ibu, Apa yang Terjadi pada Anak?(mrs/vit)
0 Response to "Studi: Pria Alami Penurunan Kualitas Kesehatan Saat Jadi Orang Tua Tunggal"
Posting Komentar