Dikatakan oleh Anies bahwa di bawah kepemimpinannya ia ingin seorang suami bisa mendapat izin cuti selama tiga pekan.
"Kita menyebut bahwa kita ingin Jakarta menjadi kota maju dan bahagia. Kebahagiaan di pribadi keluarga dan lingkungan. Salah satu momen paling penting adalah kehadiran (anggota -red) keluarga baru di dalam sebuah keluarga," kata Anies saat Live Chat di markas detikcom, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).
Selain membuat bahagia, bila dilihat dari kacamata kesehatan ahli mengatakan kebijakan tersebut sebetulnya bisa juga membawa dampak positif untuk ibu dan anak. Dengan suami lebih banyak terlibat maka momen penting seperti masa awal ibu menyusui bisa menjadi lebih mudah.
Seperti diketahui biasanya hal yang umum dikeluhkan oleh seorang ibu baru adalah air susu ibu (ASI) sulit mengalir lancar. Di sini suami bisa aktif membantu dengan memberikan akomodasi rasa aman dan kenyamanan, sehingga dengan sendirinya tubuh ibu bisa lebih mudah memberi ASI.
Baca juga: Memijat Hingga Ajak Jalan-jalan, Tips Para Suami Agar ASI Istri Lancar
"Dukungan tersebut bisa dilakukan dengan cara berbicara halus kepada istri dan menciptakan suasana yang nyaman bagi istri... Lalu menjadi pelindung istri pada saat menyusui agar kondisi psikologi istri juga nyaman," ungkap Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto beberapa waktu lalu.
Psikolog dari Klinik TigaGenerasi, Sri Juwita Kusumawardhani, MPsi, juga pernah mengatakan dengan lebih terlibat suami dapat belajar menjadi ayah yang baik.
"Artinya cuti suami bukan hanya penting untuk istri tapi juga anaknya. Terkait dengan anak, cuti bagi ayah penting agar dia bisa membiasakan diri untuk terlibat dalam pengasuhan," pungkas wanita yang juga praktik di Klinik Psikologi Terapan UI ini.
Baca juga: Pentingnya Cuti bagi Suami Sebelum dan Sesudah Istri Melahirkan
(fds/vit)
0 Response to "Ini Lho Pentingnya Jika Suami Dapat Cuti Saat Istri Melahirkan"
Posting Komentar