Namun, ketika anak tidak diberi asupan dan stimulasi tersebut atau lebih buruk lagi malah mendapat penganiayaan, studi melihat dampak buruknya akan terus terbawa hingga dewasa. Hal tersebut terbukti setelah peneliti dari University College London melihat data dari 8.076 orang yang lahir di tahun 1958.
Baca juga: Bagaimana Cara Mengenali Bakat Terpendam Anak?
Pemimpin studi Dr Snehal Pinto menjelaskan bahwa ia menganalisa data-data responden hingga berusia 50 tahun. Hasilnya diketahui mereka yang saat masih anak-anak mengalami bentuk penganiayaan, 70 persen lebih mungkin memiliki penyakit kronis dan tidak memiliki rumah sendiri di usia senjanya.
Ketika responden mengalami lebih dari satu bentuk penganiayaan, maka kemungkinan tersebut menurut peneliti dalam laporannya jurnal Pediatrics bisa bertambah dua kali lipat.
"Temuan kami memberikan bukti bahwa anak yang teraniaya akan tumbuh menghadapi kerugian sosial-ekonomi. Ini penting karena dengan kerugian tersebut pada akhirnya bisa memengaruhi kesehatan individu dan anaknya kelak," kata Dr Pinto seperti dikutip dari BBC, Senin (19/12/2016).
Lebih rinci Dr Pinto menjelaskan bahwa anak yang terlantar atau mengalami penganiayaan cenderung memiliki kemampuan membaca dan matematika yang lebih buruk dibanding anak lain seusianya. Saat dewasa hal ini berarti akan memengaruhi kemampuannya mencari pekerjaan.
"Selain menggarisbawahi pentingnya mencegah penganiayaan anak, studi kami juga mengidentifikasi buruknya kemampuan membaca dan matematika kemungkinan besar menjadi faktor penghubung situasi dewasa yang buruk," pungkas Dr Pinto.
Baca juga: Karena Stunting, Penghasilan di Masa Depan Bisa Berkurang Hingga Seperempat(fds/rdn)
0 Response to "Dampak Penganiayaan yang Dialami Anak Bisa Terbawa Sampai Kelak Dewasa"
Posting Komentar