Dijelaskan oleh Psikolog Ajeng Raviando, Psi, orang tua bisa mengenali bakat anak dengan melakukan observasi rutin setiap hari. Ada perbedaan yang dapat jelas terlihat ketika anak menyukai sesuatu, apakah itu bakat atau hanya kesenangan sesaat.
"Kalau memang bakat bahkan ketika melakukan hal tersebut santai ada daya serap yang bagus. Jadi misalnya berbakat bahasa, cuma sebentar dikasih stimulasi akan sangat mudah menyerap. Oh sebentar saja bisa ya tanpa diajarkan rutin," kata Ajeng ketika ditemui di restoran Blue Jasmine, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12/2016).
"Di sana bisa terlihat jadi bukan senang sesaat saja karena ngikutin teman-temannya," lanjut Ajeng.
Baca juga: Kesukaan si Kecil di Bidang Tertentu Bisa Tunjukkan Bakatnya Kelak?
Ketika memang orang tua sudah menemukan bakat anak maka langkah selanjutnya adalah memberikan stimulasi yang tepat. Tujuannya agar potensi bakat tersebut dapat berkembang semakin lebih baik.
Satu keuntungan dari menemukan bakat sedini mungkin adalah anak jadi memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan diri. Tentu tidak semua bisa dengan mudah menemukan bakat dan menurut Ajeng hal tersebut wajar.
Orang tua perlu berwawasan luas dan bersabar ketika memang ingin mencari bakat anaknya. Yang harus diperhatikan adalah agar jangan terlalu memaksa sehingga malah jadi melawan minat anak.
"Kalau orang tua terlalu memaksa, suruh latihan musik terus misal, dampaknya anak bisa jadi berkurang minat. Kalau minat berkurang ya akan jadi males, enggak berkembang juga bakatnya," pungkas Ajeng.
Baca juga: Tes Minat Bakat Disarankan Saat Anak Berusia 14 Tahun, Ini Sebabnya(fds/lll)
0 Response to "Bagaimana Cara Mengenali Bakat Terpendam Anak?"
Posting Komentar