Seperti disampaikan oleh peneliti Elizabeth Moore dari Vanderbilt University, Amerika Serikat, bahwa ibu yang melakukan kontak skin to skin dengan bayi paling tidak selama satu jam setelah melahirkan 50 persen lebih mungkin untuk bisa memberikan ASI eksklusif.
Para ahli percaya bahwa waktu tersebut adalah kesempatan emas bagi ibu dan bayi untuk menciptakan bonding. Pada proses tersebut, bayi setelah dilahirkan akan secara naluriah mencari puting susu ibunya. Jika diberikan waktu dan kesempatan, bayi bisa belajar dan lebih cepat beradaptasi dengan proses menyusui.
Baca juga: Hendak Lakukan Skin to Skin Contact untuk Turunkan Demam Anak? Begini Caranya
Bayi yang diberikan kesempatan untuk kontak skin to skin dengan ibunya setelah dilahirkan juga dilaporkan jarang mengalami stres, tekanan jantung dan pernapasannya pun lebih stabil.
"Seorang bayi yang baru lahir menggunakan indra penciuman mereka untuk mencari puting susu ibunya. Setelah satu atau dua jam pertama, hormon stres pada bayi akan menurun dan ia akan mengantuk. Oleh sebab itu, satu jam pertama awal saat mereka masih terbangun harus dimanfaatkan untuk bonding dan belajar bersama," ungkap Moore, seperti dikutip dari Daily Mail.
Senada dengan informasi ini, dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA, dalam bukunya 'Breastfeeding Sick Babies' menyebutkan bahwa dari segi biokimia, kontak kulit ke kulit secara dini juga dapat meningkatkan hormon oksitosin dan membantu kelancaran proses laktasi. Proses ini tentu dapat tercapai lebih mudah bila dilakukan perawatan gabung ibu dan bayi.
Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa dr Tiwi ini mengungkapkan bahwa kontak kulit ke kulit idealnya dimulai sesaat setelah bayi lahir dengan meletakannya di dada ibu. Saat itu, bayi dalam keadaan telanjang dan hanya diberi selimut di punggung.
Baca juga: Saat Bayi Sering Gigit-gigit Puting Sampai Lecet, Yuk Cari Tahu Penyebabnya(ajg/vit)
0 Response to "Ibu dan Bayi Skin to skin Sejam, Peluang Sukses ASI Eksklusif Meningkat"
Posting Komentar