"Di luar negeri ada food rules, itu cara memberi makan anak dengan jadwal yang sudah ditentukan. Misalnya minum susu jam 6 pagi dan jam 8 makan snack," tutur Dr dr Damayanti Sjarif SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo.
dr Damayanti menjelaskan, dalam jadwal tersebut anak harus mengonsumsi makanannya tidak lebih dari setengah jam. Karena menurutnya ukuran lambung anak tidak dapat menampung banyak makanan.
"Kalau nggak habis setengah jam gimana? Ya berhenti, jangan ibu paksa-paksa masukin (makanan)," sambung dr Damayanti dalam acara Promina 'Meet The Expert' di Candi Pawon Meeting Room Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).
Baca juga: Sering Dilakukan, Tapi 5 Cara Memberi Makan Seperti Ini Tidak Tepat
"Kalau anak juga udah geleng-geleng, kita nggak usah ngebujuk dia makan karena itu kan kepentingan dia. Ya ditunggu 10 menit aja, kalau udah lebih dari 10 menit artinya udah nggak mau," imbuh dr Damayanti.
dr Damayanti menambahakan ketika anak lapar di luar jadwal yang ditetapkan, orang tua harus memberi tahu anak bahwa akan memberikan makanan di waktu yang sudah ditetapkan. dr Damayanti mengatakan dengan jadwal seperti ini anak akan lebih mudah mengerti pola makan.
"Setiap anak memiliki rata-rata waktu makan yang berbeda. Tapi normalnya dua jam sekali makan, jadi total satu hari makan bisa 8 kali. Dan sekali makan ingat ya hanya setengah jam termasuk menyusui," terang dr Damayanti.
Baca juga: Patut Dicoba, 7 Cara Menyenangkan Agar Anak Doyan Makan Sayur dan Buah
(vit/vit)
0 Response to "Saran Bu Dokter tentang Pentingnya Menerapkan Pola Makan yang Baik pada Anak"
Posting Komentar