Ketika Seorang Lelaki Tak Dipercaya Mertua untuk Mengasuh Buah Hatinya

Jakarta, Keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi anak dinilai masih rendah. Salah satu kendalanya justru datang dari mertua yang tidak percayaan pada menantu laki-lakinya.

"Menurut penelitian kami, 80 persen ayah ingin terlibat dalam urusan gizi dan pengasuhan. Tapi 90 persen mertua merasa laki-laki tidak cakap," kata Dwi Rahayu Yuliawati-Faiz, Direktur Inklusi Sosial dan Gender Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia.

Dalam perspektif kesetaraan gender, Dwi menilai kondisi ini sebagai tantangan. Namun di sisi lain juga menumbuhkan harapan, sebab peran gender berbeda dari kodrat. Peran gender sifatnya dinamis, bisa berubah terlebih dengan sudah adanya keinginan para ayah untuk terlibat dalam pengasuhan anak.

Nur Hasyim dari Aliansi Laki-laki Baru menyebut keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak seharusnya muncul dari rasa tanggung jawab, bukan sekadar karena merasa kasihan pada istrinya. Kenangan yang baik tentang sosok ayah, akan lebih membekas dan lebih ingin diingat oleh anak-anaknya.

Baca juga: Menyikapi Anak yang Malah Bertingkah Saat Ayah Ibunya Pulang Kantor

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan, Galopong Sianturi, SKM, MPH mengatakan bahwa ayah punya peran penting dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak. Keterlibatan ayah sejak merencanakan kehamilan, mengasuh anak hingga dewasa, akan menentukan nasib generasi selanjutnya.

"Delapan minggu pertama sejak konsepsi (pembuahan) itu sangat menentukan," tegas Galopong, dalam diskusi 'Ayah Hebat Keluarga Sehat' di Pacific Place, Jakarta Selatan,Jumat (11/11/2016).

Baca juga: Perhatikan, Ini 4 Unsur Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

(up/vit)

0 Response to "Ketika Seorang Lelaki Tak Dipercaya Mertua untuk Mengasuh Buah Hatinya"

Posting Komentar