Studi: Sulit Lepas dari Media Elektronik, Tidur Remaja Jadi Taruhan

Jakarta, Remaja masa kini seolah tak dapat dilepaskan dari gadget, bahkan bukan hanya ponsel, melainkan barang elektronik lain seperti komputer dan televisi. Padahal ini terbukti merusak pola tidur mereka.

Pembuktian terbaru dilakukan oleh tim peneliti dari University of Montreal dengan melibatkan lebih dari 1.200 siswa berusia 14-16 tahun. Dalam kurun tahun 2008-2009, masing-masing responden diminta mengisi kuesioner untuk melaporkan intensitas penggunaan alat elektronik mereka.

Mereka juga ditanya tentang intensitas melakukan kegiatan sedenter lainnya seperti membaca, mengerjakan PR dan berbicara di telepon/menelepon. Kedua aspek ini lantas dibandingkan dengan berapa lama mereka tidur dalam sehari, termasuk jam berapa berangkat tidur, dan jam berapa mereka bangun tidur.

Hasilnya, remaja yang menggunakan ponsel dan komputer lebih dari dua jam per hari dilaporkan tidur 17 menit lebih sedikit ketimbang remaja yang tidak terlalu lama menggunakan gadget. Sedangkan yang terbiasa bermain video games tidur 11 menit lebih sedikit.

Peneliti juga bisa menyimpulkan 1 dari 3 remaja yang memakai komputer lebih dari dua jam sehari berpeluang dua kali lebih besar untuk tidur kurang dari 8 jam permalam. Remaja-remaja ini juga dilaporkan lebih sering mengantuk di siang hari dibanding mereka yang tidak menghabiskan waktu begitu lama untuk bermain gadget.

"Di satu sisi, media elektronik telah menjadi bagian besar dari kehidupan remaja, bahkan masih sering digunakan sebelum tidur," kata peneliti, Jennifer O'Loughlin kepada Reuters.

Akan tetapi dampaknya juga menjadi lebih buruk daripada generasi sebelumnya, karena mereka tidak bisa tidur selama generasi sebelumnya, sehingga kualitas tidur mereka menjadi lebih rendah. Belum lagi risiko sering mengantuk di siang hari, yang dikhawatirkan akan berdampak pada kehidupan sosial, dan utamanya kesehatan mereka.

Baca juga: Beda Kecanduan Gadget pada Anak Laki-laki dan Perempuan

Menariknya, ini tidak berlaku bagi mereka yang gemar menonton televisi. Sebab dampak menonton TV lebih dari dua jam sehari terhadap pola tidur remaja tidak sebesar jika mereka menggunakan komputer, video games atau ponsel. Akan tetapi ini juga tidak bisa dijadikan pembenaran karena menonton TV identik sebagai kegiatan sedenter, yang bisa memberikan efek negatif lain bagi remaja, yaitu obesitas.

Menanggapi studi ini, Christina Calamaro, peneliti pola tidur remaja dari Nemours Alfred I. duPont Hospital for Children, Wilmington, Delaware, mengatakan temuan ini mengkhawatirkan karena remaja butuh tidur agar tumbuh kembangnya optimal. Bila mereka sampai kurang tidur, ini bisa meningkatkan risiko depresi, gangguan pada pola pikir dan fokus, hingga penambahan berat badan.

"Orang tua seharusnya memberikan contoh terkait perilaku tidur yang sehat dan tidak menggunakan media elektronik di kamar tidur. Mereka harus menentukan standar itu," pesannya.

Baca juga: Anak Uring-uringan Ketika Tak Pegang Gadget? Tandanya Sudah Kecanduan(lll/vit)

0 Response to "Studi: Sulit Lepas dari Media Elektronik, Tidur Remaja Jadi Taruhan"

Posting Komentar