Obesitas memang berkaitan dengan masalah kesuburan sehingga operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan bisa juga mempermudah seorang wanita hamil. Hanya saja ketika kehamilan terjadi peneliti menemukan kecenderungan terjadinya komplikasi.
Baca juga: Sebelum Jalani Operasi Bariatrik, Pasien Juga Perlu Konsultasi ke Psikiater
"Risiko untuk bayi-bayi ini paling tinggi pada tiga tahun pertama setelah operasi, dan akan berkurang seiring berjalannya waktu," kata pemimpin studi dr Brodie Parent dari University of Washington.
"Ini berarti seorang wanita sebaiknya menunggu minimal tiga tahun setelah operasi sebelum mencoba untuk hamil," lanjut dr Brodie seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/10/2016).
Data acak dari 1.859 wanita yang jalani operasi dan 8.437 wanita lain yang tidak jalani operasi sebagai pembanding menunjukkan ada kemungkinan 52 persen lebih tinggi untuk bayinya lahir prematur. Selain itu ada juga 25 persen kemungkinan lebih tinggi bayi perlu mendapat perawatan neonatal intensive care unit (NICU) dan 90 persen kemungkinan lebih tinggi lahir dengan tubuh kecil.
Dipublikasi dalam jurnal JAMA Surgery peneliti mengatakan studi telah membuka pertanyaan baru. Satu sisi diketahui bahwa ibu yang obesitas akan memiliki beragam risiko untuk bayinya ketika hamil namun di lain sisi begitu juga dengan ibu yang kurus dengan operasi.
"Kita tahu mempertahankan berat badan sehat sangat penting untuk kehamilan dan persalinan. Apa yang tidak kita ketahui sekarang adalah cara apa yang paling aman untuk memperoleh berat badan sehat tersebut dan apakah ibu yang obesitas tetap sebaiknya mengambil langkah operasi," komentar dr Aaron Dawes dari David Geffen School of Medicine.
Baca juga: Dampak Kegemukan pada Ibu Hamil, Anak Jadi 'Tua Sejak Lahir'(fds/up)
0 Response to "Setelah Operasi Penurunan Berat, Wanita Disarankan Tak Cepat-cepat Hamil"
Posting Komentar